Download Gratis Majalah Menjahit

 Download Gratis Majalah Cotton Time Jepang




 klik disini

    TEKNIK MENJAHIT BUSANA - Tusuk Dasar Menjahit

    TEKNIK MENJAHIT BUSANA 

         Teknik menjahit yang benar dapat mempengaruhi kualitas dari hasil
    (produk) busana, disamping pola yang baik dan ukuran yang tepat
    serta desain yang bagus semua merupakan suatu kesatuan dari
    proses pembuatan busana, salah satu diantaranya tidak benar maka
    tidak akan tercapai produk yang berkualitas baik. Untuk membuat
    suatu busana agar mendapatkan hasil yang optimal, teknik yang
    dipakai harus di sesuaikan dengan desain busana dan juga
    disesuaikan dengan bahan dasar (pabrik) yang dipakai. Berikutnya
    marilah kita lihat teknik menjahit busana yang perlu disesuaikan
    dengan desain agar kita dapat memilih dan menerapkan teknik yang
    tepat dan sesuai dengan busana yang akan dibuat.

    A. Tusuk Dasar Menjahit  
    Tusuk dasar yaitu tusuk dengan menggunakan alat jarum tangan.
    Ada beberapa tusuk dasar yang biasa digunakan dalam menjahit
    busana, antara lain adalah sbb:
    1. Tusuk Jelujur 
    Teknik membuat tusuk jelujur, yaitu dimulai dari kanan ke kiri,
    guna tusuk jelujur adalah untuk membuat jahitan menjadi
    sempurna. Tusuk jelujur dapat dibedakan  menjadi  3 bentuk.
    a. Tusuk jelujur biasa yaitu tusukan yang menggunakan jarak
    tidak sama.
    b. Tusuk jelujur dengan jarak tertentu yaitu tusukan dengan
    jarak yang sama (konsisten) berguna untuk tusuk
    sementara pada smook.
    c. Tusuk jelujur renggang yaitu tusukan dengan menggunakan
    sengkelik dengan spasi satu, tusukan jelujur renggang  ini
    digunakan untuk tanda, dengan menggunakan benang
    rangkap yang nantinya digunting diantara tusukan tersebut
    sehingga meninggalkan jarak benang yang biasa dijadikan
    tanda dalam menjahit busana.

    2. Tusuk Tikam Jejak
    Tusuk tikam jejak yaitu tusuk jahitan dengan bentuk jika dilihat
    dari bagian atas tusuknya kelihatan seperti jahitan mesin dan bila
    dilihat dari bagian  bawah tusukannya seperti jahitan rangkap.
    Jarak tusukan bagian bawah dua kali jarak tusukan bagian atas,
    teknik menjahitnya adalah dengan langkah maju sebelum
    melangkah mundur ke belakang dengan jarak yang sama, tusuk
    tikam jejak berguna untuk pengganti jahit mesin.

    3. Tusuk Flanel
     Tusuk flanel biasa digunakan untuk mengelim  pinggiran
    busana yang diobras. Tusuk flannel sering digunakan, terutama
    untuk busana yang dibuat dari bahan yang harganya mahal,
    disamping itu tusuk flannel juga dapat digunakan sebagai  hiasan,
    sebagai tusuk dasar dan sulaman bayangan, untuk sulaman
    bayangan dengan jarak yang lebih rapat (dirapatkan) dan dapat
    juga mengikuti motif dekonasi. Caranya,  jelujur kain yang sudah
    diobras 3-4 cm langkah tusukannya mundur 0,75 cm turun
    kebawah, tusuk jarum kekanan selanjutnya mundur lagi 0,5 cm
    tusuk lagi ke atas seperti tusukan pertama demikian selterusnya
    sampai selesai. Untuk mendapatkan hasil tusukan yang halus pada
    bagian  bawah busana (pada rok) atau dimanapun tusuk flannel
    digunakan, lakukan dengan  halus/tipis waktu menusukkan jarum
    kebahan busana, dengan demikian hasil yang didapatkan juga
    halus dan tipis bila dilihat dari bagian balik (bagian buruk busana).

     4. Tusuk Feston 
    Tusuk feston berfungsi untuk penyelesaian tiras seperti tiras
    lingkar kerung lengan atau pada pinggiran pakaian bayi. Tusuk
    feston  juga dapat berfungsi sebagai hiasan bila benang yang
    digunakan adalah benang hias atau benang sulam dengan
    kombinasi warna yang serasi.

    5. Tusuk Balut
    Tusuk balut berfungsi untuk menyelesaikan tiras pada kampuh
    untuk klim rol. Tusuk balut juga dapat digunakan untuk
    penyelesaian pinggir teknik aplikasi. Teknik menjahitnya dimulai
    dari kiri ke kanan atau sebaliknya kanan kekiri kesan benang dari
    tusukan  agak miring.

    6. Tusuk Batang/tangkai
     Tusuk batang dibuat untuk hiasan, teknik menjahitnya dengan
    langkah mundur ± 0,5 cm dan mengaitkan 5 atau 6 benang pada
    bahan, jarum ditarik keluar akan menghasilkan  tusuk tangkai dan
    seterusnya tusuk mundur lagi seperti yang pertama begitu
    seterusnya sampai selesai. Untuk membuat tangkai yang lebih
    besar maka jarak tusukan dirapatkan dan mengaitkan kain lebih
    banyak (besar).

    7. Tusuk Rantai
    Tusuk rantai fungsinya untuk membuat hiasan tekniknya
    dengan langkah maju, dengan memasukkan jarum dari bawah ke
    atas, kemudian tusukan kembali pada lubang tempat jarum
    dilingkarkan pada jarum, ditarik sehingga benang yang melingkar
    berada di lobang kedua selanjutnya jarum kembali menusuk lobang
    tempat jarum keluar dan ekor benang melingkar pada jarum seperti
    semula, begitu seterusnya sampai selesai dengan mengikuti motif
    hiasannya.

    8. Tusuk Silang 
     Tusuk ini berfungsi untuk membuat hiasan. Teknik
    pengerjaannya dengan langkah  sebagai berikut: dimulai dari 
    kanan atas ke kiri bawah, terus kekanan bawah (tusukan pertama).
    Kemudian tusuk ke dua di mulai dari kanan bawah  terus kekiri
    atas, letak tusukan sejajar baik tusukan bagian atas maupun
    tusukan bagian bawah, (tusukan yang terlihat menyilang diatas
    kain) dan seterusnya sampai selesai.

    9. Tusuk Piquar
    Tusuk piguar biasanya berfungsi untuk memasangkan bulu
    kuda pada jas atau mantel. Disamping itu tusuk piquar dapat juga
    digunakan sebagai tusuk hias pada busana atau lenan rumah
    tangga.

      Pengelompokan Busana & Pemilihan Busana

      Pengelompokan Busana 

      Dalam berbusana kita perlu memperhatikan norma-norma yang
      berlaku dalam masyarakat, seperti norma agama, norma susila, norma
      sopan santun dan sebagainya, dan juga memahami tentang kondisi
      lingkungan, budaya dan waktu pemakaian. Dengan demikian baik jenis,
      model, warna atau corak busana perlu disesuaikan dengan hal tersebut

      di atas. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, secara garis besar
      busana dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :

      1. Busana Dalam
      Busana dalam dapat  dikelompokkan menjadi dua yaitu :
      a. Busana yang langsung menutup kulit, seperti : BH/Kutang,
      celana dalam, singlet, rok dalam, bebe dalam, corset,
      longtorso. Busana ini berfungsi untuk melindungi bagianbagian
      tubuh tertentu, dan membantu membentuk/memperindah
      bentuk tubuh serta dapat menutupi  kekurangankekurangan
      tubuh, dan juga menjadi fundamen pakaian luar.
      Jenis busana ini tidak cocok dipakai ke luar kamar atau keluar
      rumah tanpa baju luar.

      b. Busana yang tidak langsung menutupi kulit, yang temasuk
      kelompok ini  adalah busana rumah, seperti : daster, house
      coat, house dress, dan busana kerja di dapur seperti :
      celemek dan kerpusnya. Busana kerja perawat dan dokter,
      seperti celemek perawat dan snal jas dokter. Busana tidur
      wanita, seperti baby doll, nahyapon dan busana tidur pria,
      antara lain, piyama dan jas kamar. Jenis pakaian tersebut di
      atas tidak etis jika dipakai ketika menerima tamu.

      2. Busana Luar
      Busana luar ialah busana yang dipakai di atas busana dalam.
      Pemakaian busana luar disesuaikan pula dengan kesempatanya,
      antara lain busana untuk kesempatan sekolah, busana untuk bekerja,
      busana untuk kepesta, busana untuk olah raga, busana untuk santai
      dan lain sebagainya.

      Pemilihan Busana 

      Dalam berbusana kita perlu menyesuaikan busana dengan bentuk
      tubuh, warna kulit, kepribadian, jenis kelamin dan lain sebagainya.
      Kesalahan dalam memilih busana akan berakibat fatal bagi sipemakai,
      karena busana yang semula diharapkan dapat mempercantik diri dan
      dapat menutupi kekurangan tidak terwujud, bahkan kadang-kadang
      kekurangan tersebut terlihat semakin menonjol.
      Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan di atas, dalam
      memilih busana ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, baik faktor
      individu maupun faktor lingkungan. Adapun yang menyangkut faktor
      individu seperti : bentuk tubuh, umur, warna kulit, jenis kelamin dan
      kepribadian. Sedangkan yang menyangkut faktor lingkungan adalah :
      waktu, kesempatan dan perkembangan mode. Untuk lebih jelasnya akan
      diuraikan sebagai berikut :

      1. Faktor individu 
      Jika kita perhatikan secara teliti, khususnya tentang  busana
      yang dipakai oleh masing-masing individu dapat disimpulkan bahwa
      setiap manusia mengenakan pakaian yang berbeda antara satu
      dengan yang lainnya. Perbedaan ini tidak hanya terdapat pada model
      pakaian saja, tetapi juga terdapat  perbedaan dalam pemilihan bahan
      busana seperti perbedaan warna, motif, tekstur dan lain-lain
      sebagainya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan
      tersebut antara lain:

      a. Bentuk tubuh
      Bentuk tubuh manusia tidaklah sama satu dengan lainnya,
      perbedaan tersebut disebabkan oleh perkembangan biologis serta
      perbedaan tingkat umur. Setiap manusia mengalami irama
      pertumbuhan yang berbeda-beda, ada yang gemuk pendek, kurus
      tinggi, gemuk tinggi dan kurus pendek. Maka dari itu,
      sewajarnyalah kita di dalam membuat atau memilih busana harus
      mengenali terlebih dahulu bentuk tubuh masing-masing. Karena
      tidak semua busana dapat dipakai oleh semua orang, dengan
      kata lain model busana  untuk orang gemuk jelas tidak cocok
      untuk orang yang bertubuh kurus, begitu juga sebaliknya. Maka,
      di dalam memilih busana mengenali bentuk tubuh sangatlah
      penting.

      Bentuk tubuh ideal sangatlah didambakan oleh semua
      orang, karena hampir semua desain busana dapat dipakainya,
      sehingga bentuk tubuh ideal merupakan dambaan semua orang.
      Adapun yang dimaksud dengan tubuh ideal untuk seorang wanita,
      menurut Enna Tamimi (1982:41) bentuk badan yang ideal
      mempunyai ukuran lingkar dada dan pinggul yang sama besar.
      Ukuran pinggang sekurang-kurangnya 10 cm lebih kecil dari
      ukuran dada atau pinggul, serta letak garis pinggang pada batas
      ¾ tinggi badan yang diukur dari kepala. Dengan kata lain jika letak
      garis pinggang di bawah atau di atas ¾ tinggi badan serta lingkar
      pinggang yang hampir sama besar dengan lingkar badan dan
      lingkar pinggul, maka ukuran yang begini termasuk ukuran yang
      kurang ideal.

      Bentuk tubuh yang kurang ideal ini banyak pula
      macamnya, ada yang gemuk pendek, kurus tinggi, kurus pendek,
      bahkan ada yang bungkuk, panggul terlalu kecil, bidang bahu
      terlalu lebar atau terlalu sempit. Semua bentuk tubuh ini termasuk
      bentuk tubuh yang tidak ideal, karena masing-masingnya memiliki
      kelemahan atau kelainan. Kelemahan-kelemahan ini dapat
      disembunyikan dengan memilih desain pakaian yang sesuai
      dengan bentuk tubuh masing-masing, setiap kekurangan tersebut
      dapat ditutupi dengan busana yang dipakai.

      Untuk seseorang yang bertubuh gemuk pilihlah desain
      yang memberi kesan melangsingkan, dan yang bertubuh kurus
      memilih desain yang memberikan kesan menggemukkan. Desain
      busana untuk seseorang yang bidang bahunya sempit pilihlah
      desain yang memberikan kesan melebarkan, untuk seseorang
      yang memiliki buah dada terlalu kecil atau terlalu besar, semua ini
      perlu mendapat perhatian yang serius sebelum membuat busana
      agar busana yang serasi dengan bentuk tubuh dapat diwujudkan.

      b. Umur 
      Umur seseorang sangat menentukan dalam pemilihan
      busana, karena tidak seluruh busana cocok untuk semua umur.
      Perbedaan tersebut tidak saja terletak pada model, tetapi juga
      pada bahan busana, warna, serta corak bahan. Busana anakanak
      jauh sekali bedanya dengan busana  remaja dan busana
      orang dewasa. Untuk itu di dalam pemilihan busana yang serasi
      usia pemakai merupakan kriteria yang tidak dapat diabaikan.

      c. Warna Kulit
      Warna kulit adalah suatu hal yang harus dipertimbangkan
      dalam memilih busana. Walaupun warna kulit orang Indonesia
      disebut sawo matang, namun selalu ada perbedaan antara satu
      dengan yang lainnya. Maka, hal ini hendaknya mendapat
      perhatian supaya busana yang dipakai betul-betul sesuai dengan
      sipemakai

      d. Kepribadian 
      Kepribadian merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan
      dalam memilih busana. Ada beberapa tipe kepribadian yang
      sangat mempengaruhi dalam pemilihan busana tersebut, antara
      lain :
      1) Tipe Feminim 
      Orang yang bertipe feminim memiliki sifat, lemah
      lembut, pemalu, suka menjauhkan diri dari perhatian umum,
      perasaannya halus. Untuk orang yang bertipe feminim ini
      sangat cocok desain busana yang memakai garis lengkung,
      seperti; rok pias, rok kembang dan lain-lain. Warna  busana
      yang cocok adalah warna yang telah dicampur dengan warna
      abu-abu, setiap warna yang di campur dengan warna abu-abu
      maka hasilnya akan menjadi warna yang buram. Misalnya
      warna merah dicampur dengan warna abu-abu, maka warna
      merahnya menjadi merah redup. Warna kuning dicampur
      dengan warna abu-abu, maka warna kuningnya menjadi
      redup. Warna biru dicampur dengan warna abu-abu, maka
      warna birunya menjadi redup. Semua warna yang dicampur
      dengan warna abu-abu, cocok untuk orang yang bertipe

      feminim. Tekstur yang cocok untuk tipe feminim ialah tekstur
      yang lembut, halus dan ringan. Motif yang dipakai sebaiknya
      motif yang kecil-kecil.

      2) Tipe Maskulin
       Tipe maskulin adalah orang yang memiliki sifat terbuka,
      agresif, tenang, dan percaya diri. Untuk orang yang bertipe ini
      desain busana yang cocok adalah model yang tidak terlalu
      banyak variasi dan memakai garis yang tegas; seperti :
      memakai kerah minamora, kerah kemeja dan lain-lain.
      Warnawarna  cerah sangat cocok untuk kepribadian  maskulin.
      Tekstur sebaiknya dipilih yang tebal, berat dan bermotif. Motif
      geometris lebih cocok  dipakai dari pada motif bunga-bunga.

      3) Tipe Intermediet
       Tipe intermediet, umumnya mempunyai kepribadian
      diantara kedua tipe di atas. Desain busana yang cocok untuk
      oarang yang bertipe intermediet adalah model yang memakai
      garis vertikal, garis horizontal dan garis diagonal. Pemilihan
      warna busana untuk orang yang berkepribadian seperti ini
      sebaiknya disesuaikan dengan warna kulit. Apabila warna
      kulitnya cerah, pilihlah warna panas. Untuk orang yang tenang
      hindari warna yang kontras dan sebaiknya memilih warna-
      warna dingin. Hindari memakai tekstur yang mengkilat dan
      tekstur yang terlalu halus.

      2. Faktor Lingkungan 
       Dalam memilih busana, perlu dipertimbangkan keserasian dengan
      lingkungan, baik lingkungan masyarakat tempat tinggal, maupun
      lingkungan tempat bekerja. Faktor lingkungan ini sangat besar sekali
      pengaruhnya dengan kehidupan kita sehari-hari, untuk itu kita
      senantiasa berusaha agar selalu diterima oleh lingkungan, antara lain
      dengan memakai busana yang serasi. Untuk menciptakan busana
      yang serasi banyak faktor yang harus diperhatikan, tetapi keserasian
      berbusana yang berkaitan dengan lingkungan adalah sebagai berikut:

      a. Waktu
      Berbusana mengingat waktu berarti memperhitungkan
      pengaruh sinar mata hari. Keadaan pada waktu-waktu tertentu
      membawakan suasana yang berbeda-beda. Di pagi hari udara
      sejuk suasana tenang, di siang hari udara panas suasana sibuk,
      di malam hari udara dingin suasana tenang.
      Suasana inilah yang mungkin harus dijadikan dasar
      pertimbangan dalam pemilihan busana. Misalnya busana untuk
      siang hari, warna-warna yang panas atau menyolok haruslah
      dihindari, agar tidak mengganggu orang yang melihatnya.

       Dengan kata lain tidak semua busana dapat dipakai untuk
      setiap waktu dan semua kesempatan, karena kesempatan yang
      berbeda menuntut pula jenis busana yang berlainan. Jadi setiap
      individu tidak hanya dapat memiliki satu atau dua jenis busana
      saja, tetapi harus disesuaikan dengan aktifitas masing-masing
      mereka. Semakin banyak kegiatan seseorang, maka beraneka
      ragam pulalah busana yang dibutuhkan, karena keadaan pada
      waktu tertentu membawakan suasana yang  berbeda-beda sesuai
      dengan waktu dan kesempatan masing-masing, baik di rumah,
      dikantor, disekolah, dilapangan olah raga, berpesta dan lain
      sebagainya. 

      b. Kesempatan 
      Berbusana menurut kesempatan berarti kita harus
      menyesuaikan busana yang dipakai dengan tempat ke mana
      busana tersebut akan kita bawa, karena setiap kesempatan
      menuntut jenis busana yang berbeda, baik dari segidesain, bahan
      maupun warna dari busana tersebut.
      Berbusana menurut kesempatan berarti kita harus menyesuaikan
      busana yang dipakai dengan tempat kemana busana tersebut
      akan kita pakai, karena setiap kesempatan menuntut jenis busana
      yang berbeda, baik dari segidesain, bahan, maupun warna dari
      busana tersebut. Berikut ini dapat kita lihat pengelompokan
      busana menurut kesempatan antara lain :

      1). Busana Sekolah
      Desain busana sekolah untuk tingkat Sekolah Dasar  (SD),
      Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), dan Sekolah
      Lanjutan Tingkat Atas (SLTA),  ditentukan oleh Departemen
      Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Untuk pria
      terdiri dari celana dan blus dengan kerah kemeja, untuk wanita
      rok lipit searah untuk SD, rok dengan dua lipit hadap pada
      bagian muka, rok dengan satu lipit hadap pada tengah muka
      untuk SLTA. Warna merah tua untuk SD, warna biru untuk
      SLTP, dan warna abu-abu untuk SLTA. Ada kalanya model
      dan warna busana sekolah ditentukan sendiri oleh pihak
      sekolah masing-masing.

      2). Busana Kuliah
      Desain busana untuk mahasiswa/si adalah bebas. Namun
      kebanyakan dari mereka memilih rok dan blus atau kemeja
      dan celana. Hal ini disebabkan karena rok, blus dan kemeja,
      celana dalam pemakaiannya dapat diselang-selingi,
      maksudnya: dengan memiliki dua lembar rok atau celana
      pemakaiannya dapat divariasikan dengan tetap
      memperhatikan keserasiannya.

      3). Busana Kerja
      Busana kerja adalah busana yang dipakai untuk
      melakukan suatu pekerjaan dalam menjalani kehidupan
      sehari-hari. Busana kerja banyak macamnya, sesuai dengan
      jenis pekerjaan yang dilakukan. Jenis pekerjaan yang berbeda
      menuntut pula perbedaan model, bahan dan warna yang
      diperlukan. Untuk busana kerja dibengkel pilihlah desain yang
      mempunyai banyak kantong, karena model yang begini dapat
      menghemat waktu dan tenaga, sebab alat-alat yang
      dibutuhkan dapat disimpan di dalam kantong tersebut yang
      bila diperlukan dapat diambil dengan cepat.

      Busana untuk bekerja dikantor, sering dibuat seragam
      dengan model klasik, yang biasanya terdiri dari rok dan blus
      untuk wanita, celana dan kemeja untuk pria. Jika memilih
      model sendiri, pilihlah desain yang sederhana, praktis, tetapi
      tetap menarik serta memberikan kesan anggun dan
      berwibawa. Hindarilah pakaian yang ketat, serta garis leher
      yang rendah atau terbuka, karena desain yang seperti ini
      kurang sopan dan mengganggu dalam beraktifitas. Untuk
      memilih busana  kerja ada beberapa hal yang harus di
      perhatikan antara lain :
      a) Modelnya sopan dan pantas untuk bekerja serta
      dapat menimbulkan kesan yang menyenangkan bagi
      sipemakai dan bagi orang yang melihatnya.
      b) Praktis dan memberikan keluwesan dalam bergerak.
      c) Bahan yang mengisap keringat.

      4). Busana Pesta
      Busana pesta adalah busana yang dipakai untuk
      menghadiri suatu pesta. Dalam memilih busana pesta
      hendaklah dipertimbangkan kapan pesta itu diadakan, apakah
      pestanya pagi, siang, sore ataupun malam, karena perbedaan
      waktu juga mempengaruhi model, bahan dan warna yang
      akan ditampilkan. Selain itu juga perlu diperhatikan jenis
      pestanya, apakah pesta perkawinan, pesta dansa, pesta
      perpisahan atau pesta lainnya. Hai ini juga menuntut kita
      untuk memakai busana sesuai dengan jenis pesta tersebut.

      Misalnya pesta adat, maka busana yang kita pakai adalah
      busana adat yang telah ditentukan masyarakat setempat. Jika
      pestanya bukan pesta adat, kita boleh bebas memilih busana
      yang dipakai. Walaupun demikian ada beberapa hal yang
      harus diperhatikan antara lain :
      a) Pilihlah desain yang menarik dan mewah supaya
      mencerminkan suasana pesta.
      b) Pilihlah bahan busana yang memberikan kesan mewah
      dan pantas untuk dipakai kepesta, misalnya : sutra, taf,
      beludru dan sejenisnya. Tetapi kita harus
      menyesuaikan dengan jenis pestanya, apakah pesta
      ulang tahun, pesta perkawinan dan sebagainya.
      Disamping itu juga disesuaikan dengan tempat pesta
      dan waktu pestanya.

      5). Busana Olah Raga 
      Busana olahraga adalah busana yang dipakai untuk
      melakukan olahraga. Desain busana olahraga disesuaikan
      dengan jenis olahraganya. Setiap cabang olahraga
      mempunyai jenis busana khusus dengan model yang berbeda
      pula. Untuk olahraga volly dan bola kaki biasanya terdiri dari
      blus kaus dan celana pendek dengan model tertentu, begitu
      juga untuk busana renang  didisain dengan model yang
      melekat dibadan dan garis leher yang  lebih terbuka. Busana
      renang biasanya dilengkapi dengan kimono yang berfungsi
      untuk menutupi tubuh jika berada di luar kolam renang. Begitu
      juga untuk olahraga sepak takrau, tenis meja dan lain
      sebagainya, masing-masing menuntut pula suatu bentuk
      busana yang khusus. Ada beberapa hal yang harus
      diperhatikan dalam memilih busana olahraga antara lain :
      a). Pilihlah bahan busana yang elastis
      b). Pilihlah bahan yang mengisap keringat
      c) Pilihlah model busana yang sesuai dengan jenis
      olahraga yang dilakukan.   
       
      6). Busana Santai 
       Busana santai adalah busana yang dipakai pada waktu
      santai atau rekreasi. Busana santai banyak jenisnya, hal ini
      disesuaikan dengan tempat dimana kita melakukan kegiatan
      santai atau rekreasi tersebut. Ada beberapa hal yang perlu
      diperhatikan dalam memilih busana santai diantaranya yaitu :
      a). Pilihlah desain yang praktis dan sesuaikan dengan
      tempat  bersantai. Jika santai di rumah pilihlah model
      yang agak longgar, bila santai kepantai pilih model
      leher yang agak terbuka agar tidak panas, jika santai
      kegunung pilihlah model yang agak tertutup agar udara
      dingin dapat diatasi.
      b) Pilihlah bahan yang kuat dan mengisap keringat.

      c. Perkembangan Mode
      Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,
      mode busana juga berkembang dengan pesat, walaupun kadang
      kala mode tersebut tidak sesuai dengan tata cara berbusana yang
      baik, namun mode tetap bergulir dari waktu ke waktu.

        Perkembangan mode sangat besar pengaruhnya pada
      kepribadian seseorang, sehingga setiap mode yang muncul selalu
      saja ada yang pro dan ada yang kontra, apalagi Indonesia yang
      terdiri dari bermacam-macam suku yang masing-masingnya
      mempunyai busana yang beraneka ragam.
       Bagi masyarakat yang terlalu kaku dan fanatik dengan tata
      cara aturan berbusana tentu akan sulit mengikuti perkembangan
      mode. Hal ini masih diannggab wajar, karena tanpa disadari mode
      tersebut pada umumnya dipengaruhi oleh mode yang datang dari
      manca negara yang mungkin akan besar pengaruhnya terhadap
      kepribadian seseorang, namun semua ini terpulang kepada
      pribadi kita masing-masing dalam memilih mode yang sedang
      berkembang.

        Fungsi Busana atau Pakaian

        Fungsi Busana

        Pada awalnya busana berfungsi hanya untuk melindungi tubuh baik
        dari sinar matahari, cuaca ataupun dari gigitan serangga. Seiring dengan
        perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka hal tersebut juga
        mempengaruhi fungsi dari busana itu sendiri.
         Fungsi busana dapat ditinjau dari beberapa aspek antara lain
        aspek biologis, psikologis dan sosial. Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan
        sebagai berikut :

        1. Ditinjau dari aspek biologis, busana berfungsi :
        a. Untuk melindungi tubuh dari cuaca, sinar matahari, debu serta
        gangguan binatang, dan melindungi tubuh dari benda-benda
        lain yang membahayakan kulit. Seperti orang yang berada di
        daerah kutup memerlukan busana untuk melindungi tubuhnya
        dari udara dingin. Begitu juga orang yang tinggal di daerah
        yang beriklim panas, busana digunakan untuk melindungi
        tubuh dari udara panas yang mungkin dapat merusak kulit. 
        b. Untuk menutupi atau menyamarkan kekurangan dari
        sipemakai. Manusia tidak ada yang sempurna, setiap manusia
        memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk menutupi
        kekurangan dan menonjolkan kelebihannya juga dapat di
        lakukan dengan memakai busana yang tepat. Seperti
        seseorang yang bertubuh kurus pendek, hindari memakai
        kerah dengan ukuran lebar, memakai rok yang terlalu pendek
        (rok mini), dan rok span karena hal ini akan memberikan
        kesan lebih kurus dan lebih pendek. Pilihlah model rok pias,
        model kerah yang dapat menutup tulang leher. Dapat
        menggunakan sepatu yang berhak tinggi dan memakai
        perhiasan yang berukuran kecil atau sedang, serta memakai
        pakaian yang tidak menonjolkan bentuk tubuh yang kurus dan
        pendek tersebut,   begitu juga sebaliknya.

        2. Ditinjau dari aspek psikologis
        a. Dapat menambah keyakinan dan rasa percaya diri. Dengan
        busana yang serasi memberikan keyakinan atau rasa percaya
        diri yang tinggi bagi sipemakai, sehingga menimbulkan sikap
        dan tingkah laku yang wajar. Seperti seseorang yang
        pakaiannya tidak sesuai dengan acara yang sedang
        dihadirinya, akan membuat dia risih atau salah tingkah. 
        b. Dapat memberi rasa nyaman. Sebagai contoh pakaian yang
        tidak terlalu sempit atau terlalu longgar dapat memberi rasa
        nyaman saat memakainya. Begitu juga dengan pakaian yang
        modelnya sesuai dengan sipemakai akan membuat dia
        nyaman dalam melaksanakan segala aktifitas yang di
        lakukannya. 

        3. Ditinjau dari aspek sosial
        Dalam kehidupan bermasyarakat terdapat norma-norma yang
        mengatur pola perilaku di masyarakat. Norma-norma tersebut antara
        lain norma kesopanan, norma agama, norma adat dan norma hukum.
        Sebagai masyarakat Timur, norma-norma ini harus dipatuhi oleh
        masyarakat. Tatanan tersebut diantaranya juga mengatur tentang
        bagaimana  berpakaian. Dilihat dari aspek sosial  busana berfungsi :
        a. Untuk menutupi aurat atau memenuhi syarat kesusilaan.
        Seperti terlihat pada masyarakat yang beragama Islam,
        diwajibkan menutupi auratnya, dimana wanita harus menutupi
        seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan muka. Ditempat
        umum hendaklah memakai pakaian yang sopan.
        b. Untuk menggambarkan adat atau budaya suatu daerah.
        Misalnya pakaian adat Minang menggambarkan tentang
        budaya Minangkabau, pakaian adat Betawi menggambarkan
        tentang budaya masyarakat Betawi, pakaian  adat Bali, Batak,
        Sulawesi  dan lain sebagainya.
        c. Untuk media informasi bagi suatu instansi atau lembaga.
        Seperti seseorang yang berasal dari korps kepolisian
        menggunakan seragam tertentu yang berbeda dengan yang
        lain, seorang siswa atau pelajar menggunakan seragam
        sekolah mereka dan lain sebagainya.
        d. Media komunikasi non verbal.
              Busana yang kita kenakan dapat menyampaikan misi atau
        pesan kepada orang lain, pesan itu akan terpancar dari
        kepribadian kita, dari mana anda berasal, berapa usia yang
        akan anda tampilkan, jenis kelamin apa yang ingin anda akui,
        jabatan atau sebagai apa keberadaan anda dimasyarakat, dan
        sebagainya, inilah yang ingin digarisbawahi melalui
        penampilan busana kita. Ini semua contohnya bisa dilihat dari
        penampilan seorang artis, peran apa dan kesan serta misi apa
        yang akan disampaikan.

          Pengertian Busana

          Pengertian Busana

          Istilah busana merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi bagi
          kita semua. Istilah busana berasal dari bahasa sanskerta yaitu “bhusana”
          dan istilah yang popular dalam bahasa Indonesia yaitu “busana” yang
          dapat diartikan “pakaian”. Namun demikian pengertian busana dan
          pakaian terdapat sedikit perbedaan, dimana busana mempunyai konotasi
          “pakaian yang bagus atau indah” yaitu pakaian yang serasi, harmonis,
          selaras, enak di pandang, nyaman melihatnya, cocok dengan pemakai
          serta sesuai dengan kesempatan. Sedangkan pakaian adalah bagian dari
          busana itu sendiri.

          Busana dalam pengertian luas adalah segala sesuatu yang dipakai
          mulai dari kepala sampai ujung kaki yang memberi  kenyamanan dan
          menampilkan keindahan bagi sipemakai. Secara garis besar busana
          meliputi :

          1. Busana mutlak yaitu busana yang tergolong busana pokok 
          seperti baju, rok, kebaya, blus, bebe dan lain-lain, termasuk
          pakaian dalam seperti singlet, bra, celana dalam dan lain
          sebagainya.
          2. Milineris yaitu pelengkap busana yang sifatnya melengkapi
          busana mutlak, serta mempunyai nilai guna disamping juga untuk
          keindahan seperti sepatu, tas, topi, kaus kaki, kaca mata,
          selendang, scraf, shawl, jam tangan dan lain-lain.
          3. Aksesoris yaitu pelengkap busana yang sifatnya hanya untuk
          menambah keindahan sipemakai seperti cincin, kalung, leontin,
          bross dan lain sebagainya.

          Dari uraian di atas jelaslah bahwa busana tidak hanya terbatas
          pada pakaian seperti rok, blus atau celana saja, tetapi merupakan
          kesatuan dari keseluruhan yang kita pakai mulai dari kepala sampai ke
          ujung kaki, baik yang sifatnya pokok maupun sebagai pelengkap yang
          bernilai guna atau untuk perhiasan. Pemahaman hal di atas sangat
          penting sekali bagi seseorang yang akan berkecimpung di bidang tata
          busana.
          Pemakaian istilah busana dalam Bahasa Inggris sangat beragam,
          tergantung pada konteks yang dikemukakan, seperti :

          a. Fashion lebih difokuskan pada mode yang umumnya
          ditampilkan seperti istilah-istilah mode yang sedang digemari
          masyarakat yaitu in fashion, mode yang dipamerkan atau
          diperagakan disebut fashion show, sedangkan pencipta mode
          dikatakan fashion designer, dan buku mode disebut fashion
          book.
          b. Costume. Istilah ini berkaitan dengan jenis busana seperti
          busana nasional yaitu national costume, busana muslim
          disebut moslem costume, busana daerah disebut traditional
          costume. 
          c. Clothing, dapat diartikan sandang yaitu busana yang
          berkaitan dengan kondisi atau situasi seperti busana untuk
          musim dingin disebut winter clothing, busana musim panas
          yaitu summer clothing dan busana untuk musim semi disebut
          spring cloth.
          d. Dress, dapat diartikan gaun, rok, blus yaitu busana yang
          menunjukkan kesempatan tertentu, misalnya busana untuk
          kesempatan resmi disebut dress suit, busana seragam
          dikatakan dress uniform dan busana untuk pesta disebut dress
          party. Dress juga menunjukkan model pakaian tertentu seperti
          long dress, sack dress dan Malaysian dress.
          e. Wear, istilah ini dipakai untuk menunjukkan jenis busana itu
          sendiri, contoh busana anak disebut children’s wear, busana
          pria disebut men’s wear dan busana wanita disebut  women’s
          wear.